Hari ini libur, aku mau mengunjungi rumahnya. Sebenarnya hari ini aku ingin mengunjungi temanku tetapi dia tidak ada di rumah, mungkin dia pergi berlibur. Penduduk kota juga banyak yang berlibur. Kota ini semakin sepi saja. Mungkin karena letaknya terpencil sehingga banyak orang tidak mau menetap lama-lama.
Aku berdiri di depan rumahnya. Koleksi patungnya kembali bertambah. Aku mengetuk pintu. Wajah ramahnya muncul.
"Ada apa, anak muda ?"
"Saya hanya ingin bertamu, apa anda sibuk ?"
Senyum terlukis di wajahnya
"Tidak, nak. Aku tidak sibuk. Masuklah"
Aku memasuki rumahnya. Di dalam rumahnya juga banyak barang antik dan eksotis.
"Ini tehnya, aku ke dapur dulu ya"
Aku tersenyum kepadanya dan segera meminum teh yang diberikan. Aku melihat sekeliling. Kepalaku terasa berat. Sangat berat! Perhatianku kemudian tertuju pada dinding! Sebuah kepala manusia! Dia temanku!
Aku memalingkan mukaku dan melihat sang pemilik rumah tersenyum. Apa yang terjadi ? Semua gelap...
Suara asah pisau membangunkan. Aku menjadi ngeri melihat pemilik rumah itu. Wajah ramahnya seketika menjadi seperti seorang psikopat.
"Kau sudah bangun rupanya! Ha ha ha, koleksi patung batuku akan bertambah kembali!"
Story by : Daniel Lim
Story by : Daniel Lim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar