Selasa, 24 Juni 2014

The Stone

Ada sebuah rumah yang cukup unik di kotaku. Bagaimana tidak ? Ratusan patung batu berjejer di halaman depan rumahnya. Koleksinya juga bertambah setiap harinya. Pemilik rumah tersebut juga sangat ramah. Ia selalu mengundang banyak orang untuk datang ke rumahnya. Bahkan banyak yang kagum dengan patung batunya yang banyak. Patung tersebut tidak memiliki wajah tetapi tetap saja membuat rumahnya seakan dijaga ratusan tentara batu.

Hari ini libur, aku mau mengunjungi rumahnya. Sebenarnya hari ini aku ingin mengunjungi temanku tetapi dia tidak ada di rumah, mungkin dia pergi berlibur. Penduduk kota juga banyak yang berlibur. Kota ini semakin sepi saja. Mungkin karena letaknya terpencil sehingga banyak orang tidak mau menetap lama-lama.

Aku berdiri di depan rumahnya. Koleksi patungnya kembali bertambah. Aku mengetuk pintu. Wajah ramahnya muncul.

"Ada apa, anak muda ?"

"Saya hanya ingin bertamu, apa anda sibuk ?"

Senyum terlukis di wajahnya

"Tidak, nak. Aku tidak sibuk. Masuklah"

Aku memasuki rumahnya. Di dalam rumahnya juga banyak barang antik dan eksotis.

"Ini tehnya, aku ke dapur dulu ya"

Aku tersenyum kepadanya dan segera meminum teh yang diberikan. Aku melihat sekeliling. Kepalaku terasa berat. Sangat berat! Perhatianku kemudian tertuju pada dinding! Sebuah kepala manusia! Dia temanku!

Aku memalingkan mukaku dan melihat sang pemilik rumah tersenyum. Apa yang terjadi ? Semua gelap...

Suara asah pisau membangunkan. Aku menjadi ngeri melihat pemilik rumah itu. Wajah ramahnya seketika menjadi seperti seorang psikopat.

"Kau sudah bangun rupanya! Ha ha ha, koleksi patung batuku akan bertambah kembali!"

Story by : Daniel Lim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar